Kewirausahaan merupakan bentuk aktifitas dalam ruang lingkup usaha.didalamnya terdapat rankaian beberapa halyang meliputinya.mengenal kewirausahaan ,menangkap peluang usaha,
Menyoal spirit kewirausahaan dalam islam,dapat ditelaah dari sisi praktik amaliyahnya. melihat praktik yang dilakukan erat berhubungan antara manusia satu dengan yang lain maka jenis kewirausahaan masuk dalam katagori mua’malah.kesemangatan bermuamalah yang tampak dari sisi keislaman tidak lepas dari anjuran menata hidup dengan penuh keseimbangan.dan tegas islam menekankan penganutnya agar senantiasa beribadah(untuk akhirat) tanpa pamrih apapun .namun, ajaran islam tidak sedikitpun mengajarkan demi amaliyah ukhrowi lantas meninggalkan aktifitas yang bersifat keduniawian.
Walaupun tampak,aktifitas seputar kewirausahaan bersifat duniawi namun sebenarnya,apabila dibarengi dengan niatan yang pas lagi baik maka aktifitas inipun mempunyai nilai ukhrowi juga.lebih-lebih ketika kita menelaah kisah nabi yang telah terangkum dalam kitab suci alqur’an bahwa nabi Daun AS semasa hidupnya hampir tak lepas dari aktifitas usaha mengolah besi,kisah nabi yusuf AS jelas-jelas mengajarkan bagaimana cara mengelola hasil panen yang baik,ketika panen tidaklah serta merta dihabiskan.namun disimpan untuk memastikan pangan pada saat musim kemarau panjang yang tak memungkinkan bercocok tanam.selain pengelolaan hasil,kisah inipun mengajarkan cara berusaha yang baik.kisah nabi Musa AS dan beberapa nabi lain yang sangat piawai dalam menggembalakan domba turut memberikan inspirasi dalam berwirausaha pengembangan ternak, berikut usaha pemenuhan kebutuhan konsumsi daging.
Pemaparan diatas,memperjelas arah spirit kewirausahaan dalam Islam , menjadikan para penganutnya dipacu untuk terus berusaha tanpa kenal lelah dalam bidang usaha apapun.bagaimana kita terus dapat berinovasi,mencari celah dan memaksimalkan pengelolaan hasil usaha menjadi bagian yang amat penting dan juga tertangkap jelas kesemangatannya dalam berIslam.satu hal kongkrit, menyempurnakan rukun Islam yang kelima adalah dengan menunaikan ibadah haji.Aturan berhaji pun diperuntukkan bagi mereka yang mampu(umumnya;mampu dalam pembiayaan).dengan apa kita menutup pembiayaan tersebut,tentu dengan berusaha dan terus berusaha.dan pilihan dengan berwirausaha adalah termasuk salah satunya.
Dalam dunia Islam persoalan kewirausahaan memang tidaklah ditemukan secara spesifik. namun,jika melihat substansinya jelas perihal kewirausahaan ini telah ada dan dikenal dalam islam. pembuktiaannya terletak pada ayat-ayat alqur’an atau hadist yang menunjukkan adanya spirit kewirausahaan dalam Islam.sebagaimana disebut dalam Qs.Al jum’ah:10, Qs.Hud:61,Qs.Al mulk:15. kandungan didalamnya memerintahkan kepada manusia untuk dapat memakmurkan tempat yang didiaminya (bumi),tidak merusak dan membawanya kearah yang lebih baik.serta diperintahkan untuk mencari rizki.
Kemudian,spirit kewirausahaan dalam islam dapat dilihat dari sederet kisah nabi muhammad Saw yang memperlihatkan kepiawaian beliau dalam berusaha,sekaligus menjadi gambaran yang semakin memperjelas tentang bagaimana cara berwirausaha dalam islam.kisah berdagang beliau nabi bersama sang paman serta kisah kesuksesan beliau mengelola bisnis bersama siti khadijah (isteri ) bukanlah kisah kebetulan semata.waktu itu sosok nabi Muhammad menunjukkan entrepreneur sejati pun juga handal.bukan hanya peluang yang bersinergi dengan produk yang selalu diingini,dan bukan keuntungan semata yang menjadi obsesi tanpa peduli. namun, dari semua yang dilakukan oleh beliau mencerminkan gerak wirausahawan dengan jiwa dan raga, mempraktikkan management usaha dengan kecerdasan akal dan nurani serta membangun bisnis dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
kalaupun hendak dicari tentang spirit kewirausahaan dalam islam lainnya, Renungkan Sabda Nabi Muhammad Shallalu Ailahi Wassalam ,dari Muaqqal bin Yasar beliau bersabda :Sesungguhnya Tuhan kalian berfirman:
“ Hai Bani Adam! Konsentrasikanlah dirimu untuk beribadah kepada Ku,niscaya aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan aku penuhi tanganmu dengan rezeki. Hai Anak Adam! Janganlah kau menjauhi Aku, karena kamu berusaha menjauhi Ku, niscya Aku akan penuhi hatimu dengan kemiskinan dan Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan” ( Hr Bukhari Muslim )
Berdasar pemaparan hadist diatas,tertangkap jelas spirit kewirausahaan dalam islam bahwa seorang muslim tidaklah diarahkan menjadi penduduk bumi yang hanya berpangku tangan dalam mengais rizki,berusaha dan terus berusaha merupakan kalimat yang pas dalam hal ini.berarti pula, bagaimana cara berusaha,menciptakan sebuah usaha,berkreasi dalam pengembangan usaha dan mengelola hasil usaha sangatlah ditekankan dalam islam . seyogyanya, kesemua yang kita lakukan dalam hal usaha tetaplah dibingkai dengan niatan yang hasanah. menjadikan usaha sebagai sarana untuk beribadah adalah hal positif dan tetap tidak meninggalkan sang khaliq dalam setiap aktifitas yang dilakukan.Wallohu a’lam .
serta modal usaha.
menjadi bagian yang saling bertautan dan tak dapat meninggalkan antara
satu dan lainnya.dilakukan oleh seorang atau lebih dalam konteks
berusaha.dan tentunya akan bersinggungan antara kepentingan satu dengan
yang lain, satu pihak dengan pihak lainnya.pun juga dapat menyentuh
ranah antar golongan .Menyoal spirit kewirausahaan dalam islam,dapat ditelaah dari sisi praktik amaliyahnya. melihat praktik yang dilakukan erat berhubungan antara manusia satu dengan yang lain maka jenis kewirausahaan masuk dalam katagori mua’malah.kesemangatan bermuamalah yang tampak dari sisi keislaman tidak lepas dari anjuran menata hidup dengan penuh keseimbangan.dan tegas islam menekankan penganutnya agar senantiasa beribadah(untuk akhirat) tanpa pamrih apapun .namun, ajaran islam tidak sedikitpun mengajarkan demi amaliyah ukhrowi lantas meninggalkan aktifitas yang bersifat keduniawian.
Walaupun tampak,aktifitas seputar kewirausahaan bersifat duniawi namun sebenarnya,apabila dibarengi dengan niatan yang pas lagi baik maka aktifitas inipun mempunyai nilai ukhrowi juga.lebih-lebih ketika kita menelaah kisah nabi yang telah terangkum dalam kitab suci alqur’an bahwa nabi Daun AS semasa hidupnya hampir tak lepas dari aktifitas usaha mengolah besi,kisah nabi yusuf AS jelas-jelas mengajarkan bagaimana cara mengelola hasil panen yang baik,ketika panen tidaklah serta merta dihabiskan.namun disimpan untuk memastikan pangan pada saat musim kemarau panjang yang tak memungkinkan bercocok tanam.selain pengelolaan hasil,kisah inipun mengajarkan cara berusaha yang baik.kisah nabi Musa AS dan beberapa nabi lain yang sangat piawai dalam menggembalakan domba turut memberikan inspirasi dalam berwirausaha pengembangan ternak, berikut usaha pemenuhan kebutuhan konsumsi daging.
Pemaparan diatas,memperjelas arah spirit kewirausahaan dalam Islam , menjadikan para penganutnya dipacu untuk terus berusaha tanpa kenal lelah dalam bidang usaha apapun.bagaimana kita terus dapat berinovasi,mencari celah dan memaksimalkan pengelolaan hasil usaha menjadi bagian yang amat penting dan juga tertangkap jelas kesemangatannya dalam berIslam.satu hal kongkrit, menyempurnakan rukun Islam yang kelima adalah dengan menunaikan ibadah haji.Aturan berhaji pun diperuntukkan bagi mereka yang mampu(umumnya;mampu dalam pembiayaan).dengan apa kita menutup pembiayaan tersebut,tentu dengan berusaha dan terus berusaha.dan pilihan dengan berwirausaha adalah termasuk salah satunya.
Dalam dunia Islam persoalan kewirausahaan memang tidaklah ditemukan secara spesifik. namun,jika melihat substansinya jelas perihal kewirausahaan ini telah ada dan dikenal dalam islam. pembuktiaannya terletak pada ayat-ayat alqur’an atau hadist yang menunjukkan adanya spirit kewirausahaan dalam Islam.sebagaimana disebut dalam Qs.Al jum’ah:10, Qs.Hud:61,Qs.Al mulk:15. kandungan didalamnya memerintahkan kepada manusia untuk dapat memakmurkan tempat yang didiaminya (bumi),tidak merusak dan membawanya kearah yang lebih baik.serta diperintahkan untuk mencari rizki.
Kemudian,spirit kewirausahaan dalam islam dapat dilihat dari sederet kisah nabi muhammad Saw yang memperlihatkan kepiawaian beliau dalam berusaha,sekaligus menjadi gambaran yang semakin memperjelas tentang bagaimana cara berwirausaha dalam islam.kisah berdagang beliau nabi bersama sang paman serta kisah kesuksesan beliau mengelola bisnis bersama siti khadijah (isteri ) bukanlah kisah kebetulan semata.waktu itu sosok nabi Muhammad menunjukkan entrepreneur sejati pun juga handal.bukan hanya peluang yang bersinergi dengan produk yang selalu diingini,dan bukan keuntungan semata yang menjadi obsesi tanpa peduli. namun, dari semua yang dilakukan oleh beliau mencerminkan gerak wirausahawan dengan jiwa dan raga, mempraktikkan management usaha dengan kecerdasan akal dan nurani serta membangun bisnis dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
kalaupun hendak dicari tentang spirit kewirausahaan dalam islam lainnya, Renungkan Sabda Nabi Muhammad Shallalu Ailahi Wassalam ,dari Muaqqal bin Yasar beliau bersabda :Sesungguhnya Tuhan kalian berfirman:
“ Hai Bani Adam! Konsentrasikanlah dirimu untuk beribadah kepada Ku,niscaya aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan aku penuhi tanganmu dengan rezeki. Hai Anak Adam! Janganlah kau menjauhi Aku, karena kamu berusaha menjauhi Ku, niscya Aku akan penuhi hatimu dengan kemiskinan dan Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan” ( Hr Bukhari Muslim )
Berdasar pemaparan hadist diatas,tertangkap jelas spirit kewirausahaan dalam islam bahwa seorang muslim tidaklah diarahkan menjadi penduduk bumi yang hanya berpangku tangan dalam mengais rizki,berusaha dan terus berusaha merupakan kalimat yang pas dalam hal ini.berarti pula, bagaimana cara berusaha,menciptakan sebuah usaha,berkreasi dalam pengembangan usaha dan mengelola hasil usaha sangatlah ditekankan dalam islam . seyogyanya, kesemua yang kita lakukan dalam hal usaha tetaplah dibingkai dengan niatan yang hasanah. menjadikan usaha sebagai sarana untuk beribadah adalah hal positif dan tetap tidak meninggalkan sang khaliq dalam setiap aktifitas yang dilakukan.Wallohu a’lam .

0 komentar:
Posting Komentar