Lebaran telah tiba bahkan telah berlalu beberapa saat,namun nuansa
lebaran masih terasa dan tak mau berlalu begitu saja tanpa kesan.
keadaan seperti ini pun akan berlangsung beberapa waktu kedepan,sebagian
kalangan justru menyatakan bahwa selama masih berada dibulan syawal
masih dianggap dalam rangka lebaran.
Sedikit mengingat waktu sebelum lebaran,peluang usaha banyak diwarnai dengan berbisnis kuliner serta bisnis lain yang masih punya keterkaitan dengan pemenuhan kebutuhan berlebaran.lantas,setelah lebaran tiba beberapa peluang usaha tentu tidak dapat diteruskan setelah lebaran.
Melihat kenyatan demikian,Pertanyaan yang menggelitik di benak tentunya mengarah pada pencarian akan peluang usaha yang memungkinkan dan menjanjikanuntuk dilakukan pasca lebaran.lebih mudah kiranya dengan memunculkan satu ungkapan berbisnis pasca lebaran.
Menemukan adanya peluang berbisnis pasca lebaran tentu harus diiringi dengan melihat situasi dan kondisi pasca lebaran itu sendiri.dan dari banyak hal tentang situasi dan kondisi pasca lebaran yang nantinya punya keterkaitan dengan bisnis yang akan kita bidik dapat kita ungkap semisal,saat lebaran terdapat sirkulasi keuangan dikalangan umum yang tanpa di sadari terhitung tinggi yakni pemberian sejenis tips,penghargaan,tali kasih, pengungkapan kegembiraan dan sejenisnya,lazim dikenal dengan pemberian THR.
Kondisi lain dan sejenis saat berlebaran adalah adanya penekanan mencukupi berbagai kebutuhan yang dengan sengaja dipersiapkan untuk berlebaran,dengan kata lain hampir setiap keluarga muslim mempunyai persiapan kusus dalam hal keuangan yang dengan sengaja siap dikeluarkan kapan saja sewaktu berlebaran.
Perputaran keuangan yang disinyalir lumayan banyak beredar di hampir semua jenjang umur.dan bila diukur prosentase yang lebih tinggi berada ditangan anak.alasannya cukup sederhana mengapa justru ditangan anak sebab terdapat anggapan yang mendasar bahwa pada saat lebaran ketika dapat memberi kepada anak-anak (kategori keluarga) menjadi kebanggaan dan kepuasaan tersendiri.
Dua hal saja,dari pengungkapan situasi saat muslim berlebaran cukup untuk di jadikan sandaran berpijak dalam hal menentukan bisnis pasca lebaran yang tepat.lalu,mengingat dominasi anak-anak muslim yang punya uang saku yang cukup maka cukup beralasan jika bisnis pasca lebaran lebih banyak diarahkan pada penyediaan barang atau jasa yang terukur dengan kantong anak,sementara pada segmen orang dewasa juga diselaraskan dengan anak.
Beberapa alternatif bisnis pasca lebaran antara lain:
1. Mainan anak
Jenis bisnis ini meliputi penyedian dan menjajakan mainan anak,prospek segmen menjanjikan sekali mengingat kondisi anak yang masih punya uang saku lebaran punya hasrat yang tinggi terhadap kepemilikan barang mainan. tidak kalah penting juga menyediakan jasa permainan anak cukup menjanjikan keuntungan.penyedia mainan dan hiburan semisal kolam renang,water boom,dunia bola,odong-odong,kereta kuda dan jenis mainan lain juga sangat berpeluang.
2. Perlengkapan sekolah
Melihat posisi pada anak yang dominan mempuyai uang saku lebaran para orang tua tentunya mempuyai kepentingan kuat untuk mengarahkan anak agar apa yang dinginkan lebih positif dan tetap dapat dipakai dan digunakan anak. apalagi lebaran tahun ini diikuti dengan tahun ajaran baru sekolah. jenisnya sangat beragam mulai dari pakaian sekolah,kaos kaki, ikat pinggang,topi sekolah,dasi sekolah, kotak pensil, alat tulis,tas sekolah,sepatu sekolah dan lainnya.
3. Kuliner
Aneka kuliner yang ditawarkan pasca lebaran lebih mengarah pada jenis makanan yang dapat memberikan rasa alternatif dan dapat membuat rasa fress (jawa: semringah),mengapa demikian mengingat ketika lebaran sajian makanan dalam keluarga muslim cenderung pada olahan daging,terlepas daging sapi,kerbau,kambing atau ayam.sementara aneka kue lebaran cenderung berasa manis.jenisnya pun tidak jauh berbeda.dan kondisi ini tentu akan memunculkan kebosanan sebab yang ada dan terlihat tampak sama.alasan inilah yang membuat kuliner jenis bakso,mie ayam, soto,bakso bakar,sate dan gule banyak diburu konsumen.
Dari ketiga segmen bisnis yang diuraikan diatas ketika dijalankan niscaya akan memperoleh keuntungan yang sangat menjanjikan. wallahu a’lam.
Sumber: www.pesantrenwirausaha.com
Sedikit mengingat waktu sebelum lebaran,peluang usaha banyak diwarnai dengan berbisnis kuliner serta bisnis lain yang masih punya keterkaitan dengan pemenuhan kebutuhan berlebaran.lantas,setelah lebaran tiba beberapa peluang usaha tentu tidak dapat diteruskan setelah lebaran.
Melihat kenyatan demikian,Pertanyaan yang menggelitik di benak tentunya mengarah pada pencarian akan peluang usaha yang memungkinkan dan menjanjikanuntuk dilakukan pasca lebaran.lebih mudah kiranya dengan memunculkan satu ungkapan berbisnis pasca lebaran.
Menemukan adanya peluang berbisnis pasca lebaran tentu harus diiringi dengan melihat situasi dan kondisi pasca lebaran itu sendiri.dan dari banyak hal tentang situasi dan kondisi pasca lebaran yang nantinya punya keterkaitan dengan bisnis yang akan kita bidik dapat kita ungkap semisal,saat lebaran terdapat sirkulasi keuangan dikalangan umum yang tanpa di sadari terhitung tinggi yakni pemberian sejenis tips,penghargaan,tali kasih, pengungkapan kegembiraan dan sejenisnya,lazim dikenal dengan pemberian THR.
Kondisi lain dan sejenis saat berlebaran adalah adanya penekanan mencukupi berbagai kebutuhan yang dengan sengaja dipersiapkan untuk berlebaran,dengan kata lain hampir setiap keluarga muslim mempunyai persiapan kusus dalam hal keuangan yang dengan sengaja siap dikeluarkan kapan saja sewaktu berlebaran.
Perputaran keuangan yang disinyalir lumayan banyak beredar di hampir semua jenjang umur.dan bila diukur prosentase yang lebih tinggi berada ditangan anak.alasannya cukup sederhana mengapa justru ditangan anak sebab terdapat anggapan yang mendasar bahwa pada saat lebaran ketika dapat memberi kepada anak-anak (kategori keluarga) menjadi kebanggaan dan kepuasaan tersendiri.
Dua hal saja,dari pengungkapan situasi saat muslim berlebaran cukup untuk di jadikan sandaran berpijak dalam hal menentukan bisnis pasca lebaran yang tepat.lalu,mengingat dominasi anak-anak muslim yang punya uang saku yang cukup maka cukup beralasan jika bisnis pasca lebaran lebih banyak diarahkan pada penyediaan barang atau jasa yang terukur dengan kantong anak,sementara pada segmen orang dewasa juga diselaraskan dengan anak.
Beberapa alternatif bisnis pasca lebaran antara lain:
1. Mainan anak
Jenis bisnis ini meliputi penyedian dan menjajakan mainan anak,prospek segmen menjanjikan sekali mengingat kondisi anak yang masih punya uang saku lebaran punya hasrat yang tinggi terhadap kepemilikan barang mainan. tidak kalah penting juga menyediakan jasa permainan anak cukup menjanjikan keuntungan.penyedia mainan dan hiburan semisal kolam renang,water boom,dunia bola,odong-odong,kereta kuda dan jenis mainan lain juga sangat berpeluang.
2. Perlengkapan sekolah
Melihat posisi pada anak yang dominan mempuyai uang saku lebaran para orang tua tentunya mempuyai kepentingan kuat untuk mengarahkan anak agar apa yang dinginkan lebih positif dan tetap dapat dipakai dan digunakan anak. apalagi lebaran tahun ini diikuti dengan tahun ajaran baru sekolah. jenisnya sangat beragam mulai dari pakaian sekolah,kaos kaki, ikat pinggang,topi sekolah,dasi sekolah, kotak pensil, alat tulis,tas sekolah,sepatu sekolah dan lainnya.
3. Kuliner
Aneka kuliner yang ditawarkan pasca lebaran lebih mengarah pada jenis makanan yang dapat memberikan rasa alternatif dan dapat membuat rasa fress (jawa: semringah),mengapa demikian mengingat ketika lebaran sajian makanan dalam keluarga muslim cenderung pada olahan daging,terlepas daging sapi,kerbau,kambing atau ayam.sementara aneka kue lebaran cenderung berasa manis.jenisnya pun tidak jauh berbeda.dan kondisi ini tentu akan memunculkan kebosanan sebab yang ada dan terlihat tampak sama.alasan inilah yang membuat kuliner jenis bakso,mie ayam, soto,bakso bakar,sate dan gule banyak diburu konsumen.
Dari ketiga segmen bisnis yang diuraikan diatas ketika dijalankan niscaya akan memperoleh keuntungan yang sangat menjanjikan. wallahu a’lam.
Sumber: www.pesantrenwirausaha.com

0 komentar:
Posting Komentar